Senam Hamil Untuk mempermudah Persalinan

Kehamilan seringmenbuat tubuh cepat merasa lelah, membuat Anda ingin terus berbaring santai saja di sofa. Namun, tidak bergerak aktif di masa hamil justru dapat membuat tubuh menjadi tidak bugar dan mempersulit proses persalinan. Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh untuk menghadapi persalinan. Salah satu olah raga yang relatif aman dilakukan dan dapat dilakukan sebagian besar ibu hamil adalan senam hamil. Senam hamil meliputi latihan-latihan untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan menjaga sistem kardiovaskular.

7 contoh gerakan senam hamil yang bisa dilakukan dirumah oleh ibu hamil :

1. Duduk bersila untuk melatih pernafasan dan gerakan ringan lainnya

Ini merupakan gerakan dasar dalam senam hamil. Pastikan badan dalam keadaan tegak supaya janin tidak tertekan. Dalam posisi ini, ibu hamil bisa melatih teknik pernafasan dan gerakan ringan lainnya, seperti : menggelengkan kepala ke kanan dan kekiri sebanyak 3 kali, gerakan kepala tengok kanan dan kiri sebanyak 3 kali, menundukkan dan juga menengadahkan kepala keatas dan kebawah sebanyak 3 kali, serta menggerakkan bahu naik dan turun sebanyak 3 kali.

2. Gerakan senam jongkok untuk membantu posisi bayi agar makin turun menuju jalan lahir.

 

  • Dari mulai badan masih dalam keadaan berdiri, kemudian secara perlahan posisikan badan hingga jongkok dengan punggung tegak
  • Bernafaslah secara normal dan tahan posisi ini selama 10 detik, lalu kembali ke posisi berdiri secara perlahan
  • Ulangi secara rutin sesuai kekuatan tubuh.

Manfaat dari gerakan ini antara lain :menguatkan otot paha, kaki serta panggul, meningkatkan elastisitas jalan lahirn dan dipercaya membantu posisi bayi agar makin turun mendekati jalan lahir.

3. Posisi tidur menghadap kesamping dengan gerakan kaki secara perlahan

  • Posisi ibu hamil berbaring miring ke kanan, kepala ibu ditopang menggunakan bantal
  • Luruskan kaki kanan dan tekuklah bagian kaki kiri. sehingga posisinya adalah kaki kanan lurus dan kaki kiri tertekuk
  • Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan melalui hidung.
  • Angkat kaki setinggi pinggul, kemudian turunkan. Tekuk ke arah perut
  • Gantilah posisi dan lakukan hal yang sama
  • Ulangi sebanyak 3 kali.

4. Mengangkat pinggul guna menguatkan otot perut

 

  • Berbaring terlentang dan tekuk kedua lutut
  • tarik nafas lewat hidung sambil kencangkan otot perut dan bokong
  • pastikan punggung rata dengan lantai atau matras
  • secara perlahan, angkat panggul ke atas dan tahan selama lima tarikan nafas

5. Selanjutnya, lakukan gerakan:

 

 

  • ambil posisi seperti merangkak
  • arahkan pandangan ke arah depan dengan kepala dan punggung terangkat
  • tarik nafas secara perlahan dengan melengkungkan punggung ke arah dalam
  • luruskan kembali punggung ke posisi semula sambil menarik nafas secaraperlahan
  • lakukan gerakan ini secara berulang

6. Agar terhindar dari kondisi sungsang, lakukan gerakan sujud sesering mungkin. Gerakan ini sangat tepat dilakukan apabila bayi yang dikandung ibu dalam keadaan sungsang dan belum ada tanda-tanda kepala bayi memutar mendekati pelvis (jalan lahir). Posisi ini ditujukan untuk menaikkan area pelvis dan memberi ruang pada abdomen (perut) sehingga dapat membuat bayi tegak untuk memutar posisi kepala. Adapun angkah-langkah melakukan gerakan ini:

  • mulai dengan posisi sujud, kemudian naikkan area panggul dan majukan telapak tangan dengan kedua lengan lurus.
  • pastikan kening atau dagu menempel pada lantai.
  • gerakan ini bisa dilakukan selama 10-20 kali nafas.
  • hentikan posisi ini apabila pusing atau mual.
  • bila lutut terasa sakit gunakan alas selimut atau bantal tipis untuk membuat posisi lebih nyaman

 

 

 

 

11 - 01 - 2018 Baca Selengkapnya
7 jenis virus yang dapat dicegah melalui Imunisasi Bayi dan Anak

Apakah Imunisasi itu ?

Imunisasi adalah pemberian Vaksin dengan tujuan agar dapat perlindungan (kekebalan) dari penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian.

Apa tujuan Imunisasi ?

Imunisasi mempunyai tujuan penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak akibat penyakit infeksi.

Penyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi ?

Penyakit yang dapat dicegah melalui Imunisasi ada 7 sesuai program pemerintah yaitu:

  1. TBC anak
  2. Difteri
  3. Tetanus
  4. Pertusis/Batuk Rejan
  5. Polio
  6. Campak
  7. Hepatitis B

Apa itu TBC ?

TBC (Tuberculosis) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosa, oleh orang awam disebut penyakit paru-paru. Penyakit ini sangat menular, penularannya melalui pernafasan, percikan ludah, bersin atau bercakap cakap serta melalui udara yang mengandung kuman.

Bahaya yang diakibatkan oleh penyakit TBC adalah kerusakan paru-paru, tulang dan cacat mental/kaku karena kerusakan otak.

Penyakit TBC dapat dicegah dengan Imunisasi BCG. Caranya dengan melakukan suntikan di daerah lengan bagian atas (Intrakutan).

Pemberian Imunisasi BCG ini harus dilakukan sedini mungkin setelah bayi lahir.

Apakah arti singkatan DPT ?

DPT adalah gabungan dari kata Difteri Pertusis dan Tetanus.
Difteri adalah Radang tenggorokan yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kematian anak hanya dengan beberapa hari saja.

Pertusis adalah penyakit radang pernafasan (paru) yang disebut juga dengan Batuk Rejan atau batuk 100 hari. Gejalanya sangat khas yaitu batuk bertahap, panjang dan lama disertai dengan suara whoop dan diakhiri dengan muntah. Mata bengkak dan berdarah serta penderita dapat meninggal karena kesulitan nafas.

Tetanus adalah penyakit kejang otot seluruh tubuh dengan mulut terkancing tidak bisa dibuka.

Bagaimana Penularan Difteri, Pertusis, dan Tetanus ?

Difteri dan Pertusis menular melalui percikan percikan ludah penderita saat batuk dan bersin, melalui sapu tangan, handuk dan alat-alat makan yang dicemari kuman-kuman penyakit.
Sedangkan tetanus menular melalui tali pusar karena pertolongan persalinan yang tidak bersih/steril, melalui luka (tertusuk paku, beling dan lain-lain).

Apakah bahayanya penyakit tersebut…?

  • Difteri : Kerusakan Jantung, pernafasan tersumbat.
  • Pertusis : Batuk panjang berminggu-minggu, radang otak dan radang paru.
  • Tetanus : Mulut Terkancing, kaku, kejang dan radang paru.

Imunisasi DPT dapat diberikan pada semua bayi dan anak, tetapi untuk anak yang pernah mengalami demam atau yang pernah menderita kejang sebaiknya diberi DT saja, agar tidak mengalami panas atau kejang.
Sedangkan untuk ulangan (booster) diberikan DT pada anak kelas 1SD, TT untuk anak kelas 2-3 SD.

Apakah Campak itu ?

Campak sering juga disebut dengan bahasa lain:
Tampek (Orang Betawi), Gabagan (Orang Jawa), Medewa (Orang Bali), Mazelen (Orang Belanda), Measles (Orang Inggris), Morbili (Latin) adalah Penyakit yang sangat berbahaya untuk Bayi dan Anak karena sering disertai Komplikasi Bronchopneumonia yang banyak menyebabkan kematian pada Bayi dan Anak.

Bahaya dari penyakit Campak adalah Panas tinggi, radang mulut dan tenggorkan, diare, radang otak, gizi memburuk dan radang paru.

Cara Penularannya adalah kontak langsung dengan penderita dan melalui pernafasan penderita.

Cara pencegahannya adalah dengan Imunisasi Campak pada waktu Bayi berumur 9 bulan dan waktu kelas 1 SD untuk menambah kekebalan seumur hidup.

Apa itu Penyakit Polio ?

Polio atau Poliomyelitis adalah penyakit radang yang menyerang syaraf dan dapat menyebabkan lumpuh kedua kaki. Walaupun dapat disembuhkan tetapi akan pincang seumur hidup.

Bahaya dari penyakit Polio adalah Otot-otot menjadi lumpuh dan tetap kecil.

Cara penularannya adalah secara langsung melalui percikan ludah penderita, makanan dan minuman yang tercemar.

Penyakit Polio dapat dicegah dengan Imunisasi Polio sebanyak 4 kali sewaktu Bayi.

Apa itu penyakit Hepatitis-B ?

Hepatitis-B biasa disebut Penyakit Kuning disebabkan oleh virus hepatitis-B yang menyerang hati dan dapat bersifat akut (mendadak) atau menahun.

Bahaya dari penyakit ini adalah Serorsis hati atau Kanker hati.

Cara penularannya dapat terjadi secara vertical dari ibu yang mengidap virus hepatitis-B, kepada Bayi yang dikandungnya, secara horizontal melalui hubungan seksual, penggunaan alat suntik tercemar, tattoo, tusuk jarum, tranfusi darah, penggunaan pisau cukur, sikat gigi yang digunakan bersama-sama.

Penyakit Kuning ini dapat dicegah dengan pemberian Imunisasi HB sedini mungkin (umur 0 – 7 hari), dilanjutkan dengan pemberian Imunisasi HB sampai Bayi mendapatkan Imunisasi ini 3 kali.

Siapa saja yang perlu mendapat Imunisasi ?

  1. Bayi (0 – 1tahun) wajib mendapatkan Imunisasi dasar (BCG, DPT, Polio, HB, Campak).
  2. Anak Sekolah Dasar wajib mendap atkan Imunisasi tambahan (booster) seperti Campak, DT dan TT.
  3. Wanita Usia Subur (WUS) wajib mendapatkan Imunisasi tambahan (booster) seperti TT guna mendapatkan kekebalan seumur hidup dan melindungi Bayi yang akan dilahirkan dari penyakit Tetanus.
  4. Ibu Hamil wajib mendapatkan Imunisasi TT sebagai pencegahan terhadap Tetanus bagi Bayi yang akan dilahirkan.

Apabila terjadi keterlambatan dalam pemberian Imunisasi tersebut, Tidak apa apa, masih bisa dapat dilakukan Imunisasi daripada tidak sama sekali.

05 - 01 - 2018 Baca Selengkapnya