Hasil gambar untuk gambar 3 terlambat dalam kebidanan 

Empat Terlalu

Istilah 4 terlalu yang dapat mengakibatkan persalinan beresiko tinggi diantaranya: Terlalu muda (usia di bawah 16 tahun), Terlalu tua (usia diatas 35 tahun), Terlalu sering (perbedaan usia antara anak sangat dekat), Terlalu banyak (memiliki lebih dari 4 orang anak)

Hasil gambar untuk gambar ibu hamil resiko tinggi dengan jarak anak kurang 2 tahun

Bukan hanya itu saja, penyakit yang diderita ibu pun turut mempengaruhi, misalnya anemia, jantung koroner, hipertensi, diabetes dan sebagainya. “Orang sering mengabaikan faktor kekurangan darah/ anemia. Padahal seorang wanita hamil berarti ia berbagi darahnya dengan janin. Jadi yang paling utama adalah mengonsumsi vitamin tambah darah. Banyak ibu-ibu yang merasa dirinya sehat-sehat saja, makannya juga kuat, tubuhnya gemuk. Akhirnya malas minum vitamin. Saya selau bilang kepada pasien, kalau vitamin itu adalah tabunga hari depan”.

Adapun faktor lain yang menyebabkan persalinan beresiko tinggi adalah perdarahan, infeksi, keguguran (abortus), pre eklamsia dan eklamsia. Hingga kini yang cukup berbahaya adalah pre eklamsia atau keracunan sebelum hamil, si ibu tidak mengalami hipertensi. Tetapi setelah hamil tekanan darahnya meningkat secara drastis. Jadi, resikonya sangat tinggi. Apalagi sampai saat ini penyebabnya belum ditemukan.

Selain faktor di atas, pentingnya riwayat persalinan ibu sebelumnya. “misalnya, seorang ibu pernah hamil dan mengalami keguguran berulang kali, berarti kehamilan sekarang tidak dapat diharapkan maksimal kualitasnya. Atau proses persalinan sebelumnya sangat lama dan bayinya meninggal. Begitu pula jika proses persalinan yang dulu dilakukan dengan cara caesar, resikonya juga tinggi”.

Satu lagi faktor internal yang tidak boleh dilupakan yaitu kondisi janin. “kelainan letak janin: sungsang atau melintang sudah merupakan suatu  risiko. Apalagi jika ditemukan pertumbuhan yang terhambat dan cacat bawaan”. Biasanya kasus-kasus tersebut terjadi pada kehamilan yang tidak diinginkan. Tapi, bukan hanya terjadi pada anak umur belasa tahun saja yang tidak siap atau tidak mengerti menjaga kehamilan. Justru hal ini bisa terjadi pada ibu-ibu yang sudah memiliki banyak anak. Boleh dikatakan si ibu sudah capek dan bosan hamil. Jadi pasrah saja sehingga perawatan dirinya kurang”.

 

 

3 Terlambat/ 3T

Hasil gambar untuk kematian ibu hamil

Faktor eksternal atau faktor dari luar  kondisi ibu yaitu: pendidikan, sosial ekonomi, kultur dan geografis. Disebut dengan istilah 3 terlambat.

Pertama, terlambat mengetahui adanya kelainan atau penyakit penyerta pada ibu hamil. Kebanyakan disebabkan karena taraf pendidikan yang rendah.

 

Kedua, terlambat mengambil keputusan yang pada akhirnya terlambat ke rumah sakit. Faktor keterlambatan ini dapat pula karena kondisi ekonomi dan letak geografis yang tisak strategis.  “Bagi orang-orang yang tinggal di tempat terpencil, kemungkinan jarak ke Puskesmas atau Rumah Sakit perlu ditempuh dalam waktu yang lebih lama. Apalagi jika harus menyewa kapal misalnya. Selain, tentunya butuh dana besar untuk biaya persalinan”.

 

Ketiga, terlambat mengirim dan menangani . “Karena sudah terlambat sampai di tempat rujukan, kondisi ibu sudah makin melemah. Ditambah lagi bila sesampainya disana, fasilitasnya kurag lengkap, atau tenaga medisnya kurang. Akhirnya memang benr-benar terlambat ditangani”.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi DanSa Ni Made Juliani, A.Md.Keb (081999974876)